Surabaya, 4 Agustus 2026
Sekretaris Lembaga Akademi Angkatan Laut (Seklem AAL) Laksma TNI Dr. Asep Iwa Soemantri, S.E., M.M., M.Tr.Opsla, menerima kunjungan dari Tim Satgas Penatausahaan Pemanfaatan Barang Milik (BMN) Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pertahanan RI (Kemhan RI) bertempat di Gedung R. Soebijakto,Mako AAL, Bumimoro, Surabaya, Selasa (4/8).
Seklem AAL didampingi Kabagit Setlem AAL Letkol Laut (S) Febriansyah, M.Tr.Opsla mengucapkan selamat datang dan menyambut baik kehadiran Tim Satgas Penatausahaan BMN Irjen Kemhan RI yang diketuai oleh Kolonel Kum Agoesra Yendri.
Kegiatan kunjungan ini bertujuan guna mengoptimalkan tata kelola aset negara, transparansi laporan, dan penertiban administrasi Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan AAL.
Adapun kehadiran Tim Satgas Penatausahaan BMN Irjen Kemhan RI ke AAL merupakan tindak lanjut dari kegiatan Entry Meeting Kegiatan Satuan Tugas (Satgas) Penatausahaan Pemanfaatan BMN Sesi II yang diselenggarakan oleh Tim Itjen Kemhan RI secara video conference (Vicon) yang diikuti oleh Seklem AAL mewakili Gubernur AAL Laksda TNI Sigit Santoso, bertempat di Ruang Vicon, Mako AAL, Surabaya, Senin (3/8) kemarin.
Kegiatan Entry Meeting yang dilaksanakan di Kodam V/Brawijaya pimpinan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan penatausahaan dan pemanfaatan BMN agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga mampu mewujudkan tata kelola aset negara yang tertib, transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan bahwa sejalan dengan tuntutan tertib administrasi dan transparansi pengelolaan keuangan negara, kehadiran Tim Satgas Itjen Kemhan memiliki arti penting dan memberikan nilai manfaat yang besar dalam mendukung penatausahaan serta pemanfaatan aset BMN sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pangdam berharap Tim Satgas dapat memberikan masukan dan pendampingan guna menyempurnakan pengelolaan serta pemanfaatan BMN sehingga seluruh proses administrasi dapat dipertanggungjawabkan secara benar dan tidak menyimpang dari aturan, serta menekankan kepada seluruh satuan kerja agar memberikan dukungan penuh kepada tim dengan menyajikan data yang objektif, akurat, lengkap, serta tidak melakukan manipulasi ataupun menyembunyikan informasi yang diperlukan.
