METRO NESIA

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Jumat, 13 Februari 2026

Reza Shahab Ingatkan Pembelian Tiket Hanya Lewat Access by KAI, Antisipasi Penipuan

  

PADANG | Menyambut libur panjang akhir pekan sekaligus perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa, 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyiapkan total 31.168 tempat duduk bagi masyarakat. Kapasitas tersebut dialokasikan untuk periode 14 hingga 17 Februari 2026, dengan rata-rata 7.792 tempat duduk per hari guna mengantisipasi lonjakan mobilitas penumpang.

Langkah strategis ini ditegaskan langsung oleh Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab. Ia menyampaikan bahwa momentum long weekend Imlek selalu diiringi peningkatan aktivitas perjalanan, baik untuk keperluan wisata, silaturahmi keluarga, maupun mobilitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, kesiapan kapasitas menjadi prioritas utama.

“Kami telah mengantisipasi peningkatan jumlah pelanggan dengan menyiapkan kapasitas maksimal pada tiga layanan kereta api lokal andalan di Sumatera Barat,” ujar Reza Shahab dalam keterangannya, Jumat (13/2/2026).

Tiga layanan yang dimaksud yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM), KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang. Ketiganya menjadi tulang punggung transportasi berbasis rel di Sumbar yang terjangkau, aman, dan nyaman.

KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu primadona. Dengan 10 perjalanan setiap hari dan tarif hanya Rp5.000, kereta ini menghubungkan Pauh Lima hingga Naras, melewati Padang dan Pariaman. Rute ini sangat diminati wisatawan yang ingin menikmati pesona Pantai Gandoriah dan kawasan pesisir Pariaman, terutama saat libur panjang.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres beroperasi 12 perjalanan per hari dengan tarif Rp10.000. Kereta ini menghubungkan Stasiun BIM dengan Pulau Aie, menjadi pilihan utama masyarakat yang membutuhkan akses cepat dan efisien dari dan menuju bandara. Tidak hanya itu, layanan ini juga menghadirkan program tiket rombongan edukatif yang ramah bagi pelajar, menjadikannya sarana transportasi sekaligus pembelajaran.

Adapun KA Lembah Anai melayani rute Kayu Tanam–Padang sebanyak 6 perjalanan per hari. Jalur ini menawarkan panorama alam yang memanjakan mata, mulai dari perbukitan hijau hingga lembah yang asri. Tidak sedikit pelanggan yang menjadikan perjalanan ini sebagai pengalaman wisata tersendiri.

Reza menegaskan, kehadiran ketiga layanan tersebut tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian lokal. Mobilitas yang lancar berdampak langsung pada perputaran ekonomi, khususnya di daerah tujuan wisata.

“Dengan tarif yang terjangkau dan fasilitas yang memadai, kereta api menjadi moda transportasi pilihan masyarakat untuk menjelajahi keindahan alam dan budaya Minangkabau,” jelasnya.

Untuk kemudahan pemesanan, KAI mengimbau pelanggan membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dilakukan secara bertahap mulai H-7 sebelum keberangkatan. Langkah ini juga menjadi upaya pencegahan terhadap praktik penipuan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami mengingatkan agar pelanggan hanya membeli tiket melalui kanal resmi Access by KAI. Jangan mudah tergiur penawaran dari pihak yang tidak jelas,” tegas Reza.

KAI Divre II Sumbar memastikan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan selama periode libur Imlek. Komitmen terhadap ketepatan waktu, keselamatan, dan kenyamanan terus diperkuat guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Kami juga akan menyesuaikan kapasitas dan pola operasi untuk menjawab dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada momen dengan permintaan tinggi seperti long weekend ini,” tutup Reza Shahab.

Untuk informasi jadwal perjalanan maupun pengembalian tiket, pelanggan dapat mengakses media sosial @KAI121, email cs@kai.id, atau WhatsApp KAI121 di 0811-1211-1121.

Kamis, 12 Februari 2026

Reza Shahab Soroti Standar Pelayanan Minimum, KAI Sumbar Optimalkan Kesiapan Angkutan Lebaran

  

SUMBAR | Menyambut masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menunjukkan keseriusannya dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan masyarakat. Bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), KAI Divre II Sumbar menggelar Inspeksi Keselamatan Perkeretaapian selama dua hari, 11–12 Februari 2026, sebagai langkah preventif menghadapi potensi lonjakan penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa inspeksi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Menurutnya, momentum Lebaran identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat, sehingga seluruh aspek operasional harus berada dalam kondisi optimal.

Pelaksanaan inspeksi mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api. Regulasi tersebut menjadi pedoman utama dalam memastikan layanan yang diberikan kepada penumpang memenuhi standar keselamatan, kenyamanan, dan keamanan yang telah ditetapkan pemerintah.

Tim DJKA bersama jajaran internal KAI melakukan pemantauan menyeluruh di lintas operasional serta stasiun wilayah Divre II Sumbar. Pemeriksaan dilakukan secara detail, mulai dari fasilitas keselamatan di stasiun hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung perjalanan kereta api.

Pada fasilitas stasiun, tim melakukan pengecekan terhadap ketersediaan dan kelayakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), jalur evakuasi, kotak P3K, kursi roda, hingga pos kesehatan. Selain itu, sistem CCTV, ruang tunggu, toilet, musala, serta kejelasan informasi jadwal perjalanan dan ketersediaan tempat duduk turut menjadi perhatian dalam inspeksi tersebut.

Sementara di dalam rangkaian kereta, pemeriksaan mencakup fungsi rem darurat, alat pemecah kaca, kebersihan toilet, suhu pendingin ruangan (AC), lampu penerangan, serta fasilitas bagi penyandang disabilitas. Kelengkapan informasi nomor kontak kondektur dan petugas keamanan juga dipastikan tersedia guna memberikan rasa aman kepada penumpang selama perjalanan.

Tak hanya sarana dan fasilitas, aspek prasarana turut menjadi fokus pengawasan. Tim memeriksa kondisi rel, wesel, bantalan, sistem drainase, jembatan, hingga peron. Validitas sertifikasi dan kompetensi petugas operasional pun diverifikasi guna memastikan seluruh sumber daya manusia yang terlibat memiliki kualifikasi sesuai standar keselamatan.

Dalam sesi pembukaan kegiatan, Tim DJKA memaparkan teknis pelaksanaan inspeksi yang meliputi aspek prasarana, sarana, SDM, dan prosedur operasional. Diskusi intensif dilakukan untuk memastikan setiap tahapan berjalan tertib, efektif, dan menghasilkan evaluasi yang konstruktif bagi peningkatan layanan.

Reza Shahab menekankan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam operasional perkeretaapian. “Kami terus melakukan evaluasi dan peningkatan secara berkelanjutan guna menjaga keandalan layanan. Keselamatan tidak bisa ditawar dan harus menjadi budaya kerja di seluruh lini,” ujarnya.

Dengan persiapan yang matang dan pengawasan menyeluruh, KAI Divre II Sumbar optimistis Angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, tertib, dan andal. Semangat “Semakin Melayani” menjadi penguat komitmen perusahaan dalam menghadirkan moda transportasi yang tidak hanya tepat waktu, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang hendak bersilaturahmi di kampung halaman.

Melalui inspeksi keselamatan ini, KAI Divre II Sumbar berharap seluruh aspek operasional terverifikasi dan terus ditingkatkan secara optimal. Dengan demikian, tradisi mudik Lebaran dapat dijalani masyarakat Sumatera Barat dengan penuh rasa aman, nyaman, dan percaya terhadap layanan perkeretaapian nasional.

TIM RMO




Kamis, 05 Februari 2026

Bukit Putus–Indarung Jadi Fokus, KAI Divre II Sumbar Tertibkan Perlintasan Sebidang Ilegal

  

SUMBAR | Upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api kembali menjadi fokus PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat. Kali ini, perhatian tertuju pada sebuah perlintasan sebidang liar di KM 4+400/500 petak Bukit Putus–Indarung yang selama ini digunakan warga sebagai akses penyeberangan, meski tidak memiliki standar keselamatan yang memadai.

Perlintasan dengan lebar sekitar dua meter tersebut telah lama menjadi jalur alternatif bagi pejalan kaki. Namun di balik kemudahan itu, tersimpan risiko besar. Aktivitas warga yang melintasi rel tanpa perlindungan keselamatan dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan fatal, baik bagi masyarakat maupun operasional perjalanan kereta api yang melintas di jalur tersebut.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa langkah penutupan perlintasan liar merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam melindungi keselamatan publik. Menurutnya, keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menyangkut penumpang KA, tetapi juga masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur rel.

Penanganan perlintasan liar ini, kata Reza, mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan di Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api. Regulasi tersebut menegaskan bahwa setiap perlintasan harus dikelola sesuai kelas jalan dan kewenangan pemerintah terkait, serta wajib dievaluasi untuk menentukan apakah perlu dilengkapi fasilitas keselamatan atau justru ditutup.

Sebagai bagian dari proses tersebut, KAI Divre II Sumbar menggelar kegiatan penanganan di lapangan yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Padang, PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat, unsur kelurahan Kampung Juar, pengurus RW dan RT setempat, serta tokoh masyarakat.

Namun, rencana penutupan langsung di lapangan tidak berjalan mulus. Sejumlah warga menyampaikan permohonan agar penutupan tidak dilakukan secara segera. Atas dasar itu, seluruh pihak sepakat menempuh jalur mediasi untuk mencari solusi yang mengedepankan keselamatan tanpa mengabaikan kebutuhan akses masyarakat.

Hasil mediasi menunjukkan titik temu. Pada prinsipnya, seluruh peserta rapat menyetujui bahwa perlintasan sebidang liar di KM 4+400/500 petak Bukit Putus–Indarung harus ditutup demi keselamatan dan keamanan bersama. Penutupan dinilai sebagai langkah tak terelakkan untuk mencegah potensi kecelakaan di masa mendatang.

Kesepakatan juga mengatur tahapan lanjutan. Apabila hingga 11 Februari 2026 tidak ada surat permohonan resmi dari Pemerintah Daerah terkait pengelolaan perlintasan tersebut, maka akan dilakukan penyempitan akses sebagai langkah awal. Selanjutnya, jika dalam waktu satu bulan belum tersedia jalan alternatif yang disiapkan warga maupun pengembang perumahan setempat, maka penutupan permanen akan dilakukan.

Selama masa penundaan, warga setempat melalui swadaya masyarakat menyatakan kesediaan melakukan penjagaan perlintasan selama 24 jam penuh. Mereka juga menyatakan bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan di lokasi tersebut, sebagai bentuk komitmen sementara sebelum solusi permanen direalisasikan.

Reza menegaskan, KAI Divre II Sumbar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat untuk memastikan setiap langkah berjalan sesuai ketentuan dan mengedepankan keselamatan. Penanganan perlintasan liar, menurutnya, tidak bisa dilakukan sepihak, melainkan membutuhkan dukungan semua pihak.

Di akhir keterangannya, KAI Divre II Sumbar kembali mengimbau masyarakat agar selalu menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan. Penggunaan atau pembukaan perlintasan liar, tegas Reza, hanya akan menambah daftar titik rawan kecelakaan dan membahayakan keselamatan bersama.

TIM RMO

KAI Divre II Sumbar Tancap Gas di 2026, Tiga Penghargaan Nasional Diraih Sekaligus

   

PADANG | Mengawali tahun 2026 dengan catatan membanggakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu divisi dengan kinerja unggul di lingkungan KAI Group. Tiga penghargaan nasional berhasil diraih sekaligus, menjadi bukti nyata atas konsistensi kerja, budaya perusahaan yang kuat, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan dan keamanan operasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, kepada Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, dalam rangkaian Rapat Kerja PT KAI Tahun 2026 yang digelar di Bandung pada 2–4 Februari 2026. Momentum ini menjadi penanda bahwa kinerja KAI Divre II Sumbar tidak hanya berjalan stabil, tetapi juga mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Pada ajang Culture Award 2026, KAI Divre II Sumatera Barat dinobatkan sebagai Divisi Regional Terbaik Kategori Daop/Divre. Penghargaan ini diberikan kepada unit kerja yang dinilai paling unggul dalam mengimplementasikan budaya perusahaan secara konsisten dan terukur sepanjang tahun 2025.

Penilaian tersebut mencakup berbagai indikator strategis, mulai dari implementasi program budaya perusahaan, tingkat kepatuhan internal, capaian Safety Performance Index, hasil Culture Fest 2025, hingga survei CITAR dan Culture Journey. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya kerja tidak sekadar menjadi slogan, tetapi telah mengakar dalam keseharian insan KAI Divre II Sumbar.

Tidak hanya unggul dalam aspek budaya, KAI Divre II Sumbar juga mencatatkan prestasi pada bidang operasional. Divisi ini berhasil meraih Juara III Penghargaan Keselamatan Operasional Tahun 2025 Kategori Daop/Divre, sekaligus Juara III Penghargaan Keamanan Operasional Tahun 2025 Kategori Daop/Divre. Dua penghargaan ini menjadi refleksi keseriusan KAI Divre II Sumbar dalam menjaga perjalanan kereta api tetap aman, selamat, dan andal.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Muh. Tri Setyawan, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran, mulai dari lini operasional hingga pendukung, yang terus menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan.

“Penghargaan ini adalah buah dari kerja bersama seluruh insan KAI Divre II Sumatera Barat. Budaya perusahaan, keselamatan, dan keamanan operasional bukan hanya target, tetapi menjadi komitmen yang kami pegang setiap hari,” ujar Tri.

Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak boleh membuat jajaran cepat berpuas diri. Justru sebaliknya, capaian ini harus menjadi pemacu untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Prestasi ini bukan tujuan akhir. Kami akan terus memperkuat implementasi Karakter Insan KAI (CITAR), membangun budaya keselamatan yang semakin kokoh, serta meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan dan masyarakat Sumatera Barat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menilai penghargaan ini sebagai wujud nyata kepercayaan publik yang dibangun melalui kinerja berkelanjutan dan komunikasi yang terbuka.

“Penghargaan ini mencerminkan komitmen KAI Divre II Sumatera Barat dalam menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, selamat, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Budaya perusahaan yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga kualitas layanan tersebut,” jelas Reza.

Ia menambahkan, capaian ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran kehumasan dalam menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan edukatif kepada publik.

“Kami akan terus mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api. Kepercayaan publik adalah aset penting yang harus dijaga melalui kinerja dan komunikasi yang konsisten,” tutupnya.

Dengan raihan tiga penghargaan nasional di awal tahun 2026 ini, KAI Divre II Sumatera Barat menegaskan posisinya sebagai divisi yang tidak hanya berfokus pada operasional, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja, keselamatan, dan pelayanan publik yang berkelanjutan.

TIM

Jumat, 30 Januari 2026

Komitmen Kemanusiaan KAI Divre II Sumatera Barat Bersama KAI Properti Hadirkan Harapan Baru di Sekolah Terdampak Banjir Batang Anai

    

SUMBAR|Hujan yang mengguyur wilayah Batang Anai beberapa waktu lalu tak hanya meninggalkan genangan air dan lumpur, tetapi juga menyisakan kekhawatiran mendalam bagi dunia pendidikan. Di tengah suasana pemulihan itulah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama PT KA Properti Manajemen hadir membawa lebih dari sekadar bantuan, mereka membawa kepedulian yang menyentuh sisi kemanusiaan.

Sekolah Dasar Negeri 5 Batang Anai di kawasan Sungai Buluh, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi saksi langkah nyata komitmen sosial KAI Divre II Sumbar. Sekolah yang terdampak banjir itu perlahan kembali bergeliat ketika rombongan KAI datang menyapa para siswa dengan senyum dan empati.

Bantuan perlengkapan sekolah seperti buku tulis, pena, dan pensil diserahkan untuk mendukung aktivitas belajar mengajar yang sempat terganggu. Tidak berhenti di situ, fasilitas penunjang berupa kipas angin turut diberikan agar ruang kelas kembali nyaman digunakan oleh anak-anak.

Namun bagi KAI Divre II Sumbar, pemulihan tidak cukup hanya dengan bantuan fisik. Sentuhan emosional menjadi bagian penting yang tak terpisahkan. Melalui kegiatan trauma healing, anak-anak diajak bermain, tertawa, dan kembali merasakan suasana sekolah yang hangat.

Games edukatif dan interaksi ringan menjadi sarana untuk memulihkan semangat belajar yang sempat meredup akibat bencana. Tawa anak-anak yang kembali terdengar menjadi gambaran kecil dari harapan besar yang ingin ditumbuhkan.

Di sela kegiatan tersebut, para siswa juga dikenalkan dengan dunia perkeretaapian. Dengan bahasa sederhana, tim KAI menjelaskan profesi-profesi di lingkungan kereta api serta pentingnya keselamatan dan keamanan perjalanan.

Edukasi ini menjadi upaya menanamkan kesadaran sejak dini bahwa keselamatan di perlintasan dan lingkungan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Lebih dari itu, pengenalan profesi diharapkan mampu menumbuhkan mimpi dan cita-cita baru di benak anak-anak.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa kehadiran KAI di Batang Anai merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berkelanjutan. Menurutnya, KAI tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri.

Reza menilai dunia pendidikan memiliki peran vital dalam proses pemulihan pascabencana. Oleh karena itu, dukungan terhadap sekolah dan siswa menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan masa depan generasi muda.

Ia juga menekankan bahwa edukasi keselamatan perkeretaapian sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya sadar keselamatan di tengah masyarakat.

Kolaborasi antara KAI Divre II Sumbar dan KAI Properti dalam kegiatan ini mencerminkan semangat kebersamaan di tubuh KAI Group. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat berjalan seiring dengan tugas utama perusahaan.

Bagi masyarakat Batang Anai, kehadiran KAI membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit. Ada tangan-tangan yang siap membantu, mendengar, dan menguatkan.

Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kembali kepercayaan diri dan semangat anak-anak untuk terus belajar.

Melalui langkah-langkah kecil namun bermakna, KAI Divre II Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir, tumbuh, dan berkontribusi bersama masyarakat Sumatera Barat.

Di SD Negeri 5 Batang Anai, kepedulian itu menjelma menjadi harapan baru, bahwa pendidikan tetap berjalan, mimpi tetap tumbuh, dan masa depan tetap bisa diperjuangkan meski bencana sempat datang.

Penulis: Andri HD

Senin, 19 Januari 2026

Minangkabau Ekspres hingga Pariaman Ekspres Jadi Andalan, KAI Sumbar Dipercaya Masyarakat

  

PADANG | Masa libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum penting yang kembali menegaskan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik di Sumatera Barat. Dalam rentang waktu tiga hari, sejak 16 hingga 18 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang, dengan tingkat keterisian kursi bahkan melampaui kapasitas yang tersedia.

Data resmi KAI Divre II Sumbar menunjukkan, sebanyak kurang lebih 21.000 pelanggan memanfaatkan layanan kereta api pada periode tersebut. Angka ini setara dengan 102,46 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 20.496 kursi. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang, tetapi juga menandai meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api di Ranah Minang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut tingginya okupansi tersebut sebagai sinyal positif bagi perkembangan transportasi publik di daerah. Menurutnya, kereta api kini semakin dipandang sebagai moda yang aman, nyaman, dan andal, khususnya saat momen-momen krusial seperti libur keagamaan dan akhir pekan panjang.

“Okupansi yang menembus angka 100 persen lebih menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan,” ujar Reza.

Dari sisi pergerakan penumpang, Stasiun Padang kembali menegaskan posisinya sebagai simpul transportasi utama di Sumatera Barat. Selama masa libur Isra Mi’raj, stasiun ini mencatat jumlah kedatangan sebanyak 6.247 penumpang dan keberangkatan 6.073 penumpang, tertinggi dibandingkan stasiun lainnya.

Selain Stasiun Padang, tingginya mobilitas juga tercatat di Stasiun Pariaman, Air Tawar, Naras, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Fakta ini menunjukkan bahwa jaringan kereta api lokal telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjangkau berbagai destinasi, baik untuk keperluan mudik singkat, wisata, maupun aktivitas keluarga.

Untuk memastikan kelancaran layanan di tengah lonjakan penumpang, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga kereta api lokal andalan, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang. Ketiga layanan tersebut terbukti efektif menopang arus mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Reza menegaskan, keberadaan KA lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antardaerah. Akses yang semakin mudah dan terjangkau turut mendorong pergerakan sektor pariwisata serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur kereta api.

Dengan tarif yang ramah di kantong dan fasilitas yang terus ditingkatkan, kereta api kini kian diminati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, serta faktor keselamatan menjadi nilai tambah yang membuat moda ini semakin kompetitif dibandingkan transportasi darat lainnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat, KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pelanggan untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi, terutama aplikasi Access by KAI. Langkah ini penting untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan perjalanan yang aman dan terjamin.

“Kami terus berinovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan. Komitmen kami adalah menghadirkan transportasi yang modern, andal, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambah Reza.

Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kapasitas, khususnya dalam menghadapi lonjakan penumpang pada momen libur panjang. Dengan perencanaan yang matang dan pelayanan yang konsisten, KAI optimistis kereta api akan semakin mengukuhkan diri sebagai pilihan utama transportasi publik di Sumatera Barat.

TIM

Di Era Presisi, AKBP Agung Tribawanto Mantapkan Ritme Kerja Lewat Apel Pagi Polres Pasaman Barat

 

Pasaman Barat | Suasana halaman Mapolres Pasaman Barat tampak tertib dan penuh semangat saat ratusan personel mengikuti apel pagi rutin yang dipimpin langsung Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana seorang pimpinan menempatkan disiplin, kesiapsiagaan, dan semangat pengabdian sebagai fondasi utama pelaksanaan tugas kepolisian.

Sejak awal menjabat, AKBP Agung Tribawanto dikenal konsisten menjadikan apel pagi bukan sekadar rutinitas formal, melainkan ruang strategis untuk menyatukan visi, mengevaluasi kinerja, sekaligus menanamkan nilai-nilai profesionalisme kepada seluruh jajaran. Di hadapan personel, Kapolres menegaskan bahwa setiap tugas kepolisian bermuara pada satu tujuan besar, yakni pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam arahannya, AKBP Agung Tribawanto menekankan pentingnya disiplin sebagai cerminan kesiapan institusi. Menurutnya, disiplin waktu, sikap, dan tanggung jawab adalah kunci utama membangun kepercayaan publik. Apel pagi, kata dia, menjadi titik awal untuk memastikan seluruh personel siap secara fisik, mental, dan moral sebelum turun menjalankan tugas di lapangan.

Lebih jauh, Kapolres Pasaman Barat juga mengingatkan agar seluruh anggota tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. AKBP Agung Tribawanto menilai, kehadiran polisi harus benar-benar dirasakan masyarakat sebagai solusi, bukan sekadar penegakan aturan. Sikap ramah, empati, dan komunikasi yang baik menjadi pesan kuat yang terus ia gaungkan.

Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, apel pagi juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi internal. Berbagai dinamika kamtibmas, evaluasi kegiatan sebelumnya, hingga antisipasi potensi gangguan keamanan disampaikan secara terbuka agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama dan bergerak dalam satu irama.

Tak hanya itu, Kapolres turut menekankan pentingnya menjaga integritas dan nama baik institusi. Ia mengingatkan bahwa setiap perilaku anggota di tengah masyarakat akan mencerminkan wajah Polri secara keseluruhan. Karena itu, AKBP Agung Tribawanto meminta seluruh jajaran menjauhi pelanggaran sekecil apa pun yang dapat merusak kepercayaan publik.

Kepemimpinan yang tegas namun komunikatif terlihat jelas dalam setiap penyampaian Kapolres. AKBP Agung Tribawanto tak segan memberikan motivasi sekaligus penekanan agar personel terus meningkatkan kapasitas diri, baik melalui latihan, pembelajaran, maupun evaluasi berkelanjutan dalam pelaksanaan tugas.

Apel pagi yang berlangsung tertib tersebut sekaligus menjadi simbol kesiapan Polres Pasaman Barat dalam menjawab tantangan tugas ke depan. Dengan wilayah yang memiliki dinamika sosial dan keamanan yang beragam, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa soliditas internal adalah modal utama menjaga stabilitas kamtibmas.

Bagi Kapolres Pasaman Barat, keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari angka penindakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat merasa aman dan terlindungi. Melalui apel pagi, AKBP Agung Tribawanto terus menanamkan semangat pengabdian agar setiap personel bekerja dengan hati dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan rutin ini pun menjadi potret nyata kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat yang berorientasi pada penguatan karakter, disiplin, dan pelayanan. Di bawah komando AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., Polres Pasaman Barat terus bergerak mantap mewujudkan Polri yang Presisi dan dipercaya masyarakat.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi